Monday

Buatmu Ibu

Untuk para ibu sekelian masih ingat lagi maksud hadis berikut;

Ya Rasulullah! Siapakah yang paling berhak menerima baktiku?” Nabi saw menjawab, “Ibumu”. Kemudian siapa lagi, ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Ibumu”. Kemudian siapa lagi, ya Rasulullah”. Nabi menjawab, “Ibumu”. Kemudian siapa lagi, ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Ayahmu.”. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Hal ini menunjukkan bahwa ibu memiliki kedudukan yang tinggi dalam pandangan Islam.

"Ibu” umpama “sumber” yang tidak saja melahirkan anak-anaknya, tidak saja mengasuh dan merawat mereka dengan segala ketabahan dan kesabarannya, tapi juga sumber penentu ke mana mereka akan melangkah dalam mengarungi bahtera kehidupannya kelak.

Ke surga ataukah ke neraka? Ibu mempunyai peranan penting dalam menentukan tujuan yang dituntut Islam. Lebih dari itu, “Ibu adalah sekolah. Bila kamu persiapkan, kamu persiapkan bangsa yang baik akarnya,” demikian seorang penyair Arab pernah bertutur.

Sedemikian tingginya kedudukan ibu dalam Islam, sampai-sampai salah satu riwayat menyebutkan, “Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu,” – meski banyak ulama yang men-dhaifkan riwayat ini.

Al-Qur’an sendiri telah menandaskan, “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu,” (QS. Luqman: 14).

Bahkan salah satu hadist menyebutkan, “Keridhaan Allah terkait dengan keridhaan kedua orang tua dan murka Allah terkait pada murka kedua orang tua.” (HR Al-Hakim).

Rasulullah saw. Bersabda, “Maukah kalian aku tunjukkan dosa yang paling besar diantara dosa-dosa besar?” Beliau mengulang pertanyaan ini hingga tiga kali. Para sahabat menjawab, “Ya, kami mau wahai Rasulullah.” Rasulullah berkata, “Jangan kalian sekutukan Allah dan janganlah berbuat durhaka terhadap orang tua kalian.”

Ya Allah, ampunilah segala kesalahan kami dan kesalahan kedua orang tua kami. Dan sayangilah mereka sebagaimana mereka mencurahkan kasih sayangnya kepada kami, sewaktu kami masih kecil dulu. Wallahua’alam bil shawab.


--------------------------------

Bila mendengar anak-anak di tadika mengalunkan nasyid ini di hari kecermelangan, tanpa boleh ditahan-tahan bergenang airmata. Ulamak-ulamak muktabar menyatakan hari mengingati ibu ialah setiap hari dan bukannya dikhaskan satu hari sahaja dalam setahun manakala 363/364 hari yang lain ibu dibiarkan....
Dengarkanlah................

Buatmu Ibu
Artist: Aeman





Buatmu Ibu
Artist: Aeman

Ibu bergenang air mataku
Terbayang wajahmu yang redup sayu
Kudusnya kasih yang engkau hamparkan
Bagaikan laut yang tak bertepian

Biarpun kepahitan telah engkau rasakan
Tak pula kau merasa jemu
Mengasuh dan mendidik kami semua anakmu
Dari kecil hingga dewasa

Hidupmu kau korbankan
Biarpun dirimu yang telah terkorban
Tak dapat kubalasi akan semua ini
Semoga Tuhan memberkati kehidupanmu ibu

Ibu kau ampunilah dosaku
Andainya pernah menghiris hatimu
Restumu yang amatlah aku harapkan
Kerana disitu letak syurgaku

Tabahnya melayani kenakalan anakmu
Mengajarku erti kesabaran
Kau bagai pelita di kala aku kegelapan
Menyuluh jalan kehidupan

Kasihanilah Tuhan ibu yang telah melahirkan diriku
Bagaikan kasih ibu sewaktu kecilku
Moga bahgia ibu di dunia dan di akhirat sana...

Kasih sayangmu sungguh bernilai
Itulah harta yang engkau berikan
Ibu... dengarlah rintih hatiku untukmu ibu

No comments:

Post a Comment