Tuesday

Mendidik Dengan Kasih Sayang




Antara peranan penting seorang pendidik ialah menjadi ayah atau ibu kepada pelajar-pelajarnya, laksana seorang ayah ketika memandang anak-anaknya begitulah seharusnya seorang guru atau pendidik melihat pelajar-pelajarnya dengan pandangan kasih sayang. Seorang ayah (seperti mana seorang ibu juga) tidak akan membenarkan hatta seekor nyamuk atau seekor semut untuk mengigit anak kecilnya, ia akan berusaha melindungi anaknya. Ibu bapa kebiasaannya akan hilang pertimbangan apabila melihat anaknya diancam oleh bahaya, justeru ia sanggup mempertaruhkan nyawa dan keselamatan dirinya untuk menyelamatkan mereka demi kasih sayangnya. Telah banyak kita baca dan diperdengarkan kisah-kisah ayah dan ibu yang berkorban harta dan nyawa menyelamatkan anaknya.

Seorang ayah yang mempunyai anak yang rendah pencapaian akademik masih menaruh harapan tinggi kepada anaknya dan menyakini bahawa kebolehan anaknya masih belum diterokai, senakal mana pun anaknya ia masih meyakini bahawa anaknya adalah seorang anak istimewa. Kenapa seorang ayah mempunyai pandangan tersebut? Ya, kerana ia memandang dengan penuh kasih sayang. Begitulah sewajarnya pandangan seorang pendidik terhadap pelajar-pelajarnya. Kasih-sayang menjadi ubat dan tonik untuk menghilangkan rasa jemu dan letih dalam mendidik.

Kasih sayang memberikan pengaruh timbal balik dalam hubungan antara guru dan pelajar. Jika seseorang guru, tidak mempunyai perasaan kasih terhadap anak didiknya maka bagaimana mungkin ia mampu membentuk dan membimbing mereka. Karena itu, kasih sayang memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan, dan ia boleh dikategorikan sebagai salah satu faktor utama dalam pendidikan dan dalam membangun hubungan/interaksi yang harmonis antara pendidik dan anak didiknya.

Pendidikan yang menggunakan pendekatan kasih sayang merupakan kaedah pendidikan terbaik kerana sistem hubungan ini merupakan fitrah dan serasi dengan jiwa manusia. Bila Kasih sayang tidak ada maka tidak akan terwujud persaudaraan di antara manusia; tak seorang pun yang merasa memiliki tanggung jawab terhadap orang lain; keadilan dan pengorbanan akan menjadi hal yang utopia (mustahil). Perasaan kasih sayang terhadap pelajar-pelajar khususnya dalam dunia pengajaran dan pendidikan, adalah satu keperluan. Kasih sayang juga menjadi alat yang baik dalam memperbaiki perilaku akhlak dan mengharmoniskan hubungan manusia.

Allah Swt melukiskan konsep cinta dalam ayat Al-Quran dengan firman-Nya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang bertakwa.” (Al Imran: 76). “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Al Imran: 138). Jadi, hubungan antara sesama manusia, khususnya pelajar-pelajar harus dibangun berdasarkan bahasa cinta dan kasih sayang.

Kasih sayang begitu penting karena ia memicu ketaatan dan kebersamaan. Dalam hal ini Nabi saw bersabda: “Seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya.” Antara kasih sayang dan ketaatan memiliki ikatan kebersamaan. Yakni, kasih sayang akan mewujudkan ketaatan dan kebersamaan. Ketika kasih sayang orang guru tertanam dalam sanubari pelajar-pelajar maka mereka akan menjadi penurut dan pengikut gurunya. Buah dari kasih sayang guru ini akan membuat pelajar-pelajar tidak mudah mengabaikan tanggung jawab dan tugas yang diamanahkan kepada mereka.

Begitu penting peranan kasih sayang dalam pengembangan ruh dan keseimbangan jiwa pelajar-pelajar. Teguh tidaknya pendirian dan kebaikan perilaku seorang pelajar bergantung banyak sejauh mana kasih sayang yang diterimanya selama masa pendidikan. Kondisi keluarga yang penuh dengan kasih sayang menyebabkan kelembutan sikap pelajar-pelajar. Anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang dan perhatian akan memiliki kepribadian yang mulia, suka mencintai orang lain dan berperilaku baik dalam masyarakat. Kehangatan cinta dan kasih sayang yang diterima pelajar-pelajar akan menjadikan kehidupan mereka bermakna, membangkitkan semangat, melejitkan potensi dan bakat yang terpendam, serta mendorong untuk bekerja/berusaha secara kreatif.

Kasih sayang merupakan sumber pendidikan jiwa. Bukanlah perkara mudah mengubah hati yang keras menjadi lembut, namun kasih sayang telah terbukti menjadi resep yang manjur dalam mengarahkan hati seseorang dan mengawalnya serta mampu mencegahnya dari perbuatan-perbuatan tercela dan hina. Bahkan kasih sayang dapat menyulap manusia yang semula tampak sederhana dan kurang diperhitungkan menjadi insan seutuhnya, jujur dan benar.

Pencipta alam semesta begitu luar biasa dalam mencintai hamba-Nya, bahkan cinta-Nya melebihi cinta ibu terhadap naknya. Cinta Allah menjadi faktor pendidikan dan penyempurnaan bagi para hamba-Nya, sehingga jiwa-jiwa mereka jauh dari segalah kotoran dan kemaksiatan. Al-Quran banyak menyebutkan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Allah sebagai Pendidik yang baik berfirman kepada Nabi Musa: "Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku.” (QS: Thaha 39).

Imam Ja'far ash-Shadiq berkata: "Kasih sayang Allah begitu mengakar dan berbekas dalam diri manusia. Ketika Allah mencintai hamba-Nya maka Ia mengilhamkan ketaatan, menamkan sifaf kanaah (rela dengan segala pemberian Allah dan selalu merasa cukup) dan menjadikannya alim dalam urusan agama.” Guru yang mampu menjalin persahabatan dengan pelajarnya secara baik dan membangun komunikasi timbal balik dengan sehat adalah guru yang berkesan. Guru seperti ini biasanya mudah mengarahkan dan mendidik pelajar-pelajarnya.

Imam Shadiq as berkata: “Nabi Musa as berkata wahai Tuhan amalan apa yang paling utama disisimu? Ia berfirman: mencintai anak-anak; karena meraka saya ciptakan dengan fitrah keesaan-Ku”.

Nabi Muhammad saw bersabda: "Bukanlah termasuk golongan kami seseorang yang tidak menyayangi anak-anak kecil dan tidak menghormati yang lebih tua."
Tidak ragu lagi kaedah yang paling berpengaruh dan efektif dalam pendidikan adalah pendekatan kasih sayang. Sebab kasih sayang memiliki daya tarikan dan pendorong akhlak yang baik serta memberikan ketenangan kepada pelajar yang bermasalah sekalipun.



No comments:

Post a Comment