Saturday

Doa seorang anak dan doa ibubapa



Saidina Umar Al-Khattab meupakan antara sahabat yang gemar mengembara. Alkisah, suatu hari, sedang Saidina Umar berjalan di padang pasir, baginda melihat satu kelibat yang jauh darinya sedang bergerak-gerak. Saat itu, panas terik membahang. Lalu dilihatnya kelibat itu, dan apabila kelibat tersebut semakin hampir. Dan setelah itu , barulah Saidina Umar perasan yang dinampaknya kelibat itu adalah seorang wanita yang sedang mendukung seorang lelaki tua di belakangnya. Saidina Umar kemudian hairan dan takjub dengan perkara itu. Maka , Saidina Umar bertanya dan wanita itu berkata yang dia kenal baginda adalah AMIRUL MUKMININ ...
     Lalu, Saidina Umar bertanya lagi: "Apa hal dan keadaan ini? " Wanita itu kemudian meletakkan lelaki tua yang didukungnya seraya berkata: "Ini adalah ayahku yang telah sampai usia nyanyuk . Dan ayahku ini sentiasa meminta aku mendukungnya di belakangku dan berjalan di padang pasir . Dan aku melakukannya kerana hal tersebut menggembirakan ayahku."
       Saidina Umar melihatnya dan bertanya lagi: " Engkau melakukannya dan engkau seorang perempuan? "Lalu, wanita itu menyahut: "Ya, aku lakukan dan aku seorang perempuan."
       Dan pada saat itu , bergenang air mata pada kelopak mata Saidina Umar, lantas berkata: "Aku bersaksi sesungguhnya engkau adalah anak yang solehah ."
       Mendengar baginda berkata begitu, wanita itu seraya menjawab: "Tolong! Jangan sebut saya adalah anak yang solehah . Kerana, saya mendukungnya di belakang dan kadang-kadang di waktu malam saya berasa penat. Dan pada ketika itu , terlintas dalam diri saya yang ayah saya itu benar-benar sudah tua. Dan saya berdoa pada Allah: " Wahai Tuhan , sekiranya telah sampai masanya Kau rasa perlu, cabutlah nyawa ayahku ini, wahai Tuhan "
       "Tetapi sehabisnya aku berdoa, aku teringat dia pernah berkata, waktu aku masih kecil, dan saat itu aku sedang sakit, ayah mendukung dan membawaku ke merata tempat untuk berubat. Dan ayahku juga telah meletakkan aku di sebelah lalu berdoa sambil menangis: "Ya Allah , jangan kau matikan anakku ini, ya Allah ... Jangan kau matikan anakku ini, ya Allah. Jangan kau matikan, ya Allah "
      " Alangkah jahatnya aku seorang anak, terlintas untuk berdoa: "wahai Tuhan, sekiranya telah sampai masanya Kau rasa perlu, cabutlah nyawa ayahku ini." Tetapi, ayah tidak pernah mendoakan aku diambil nyawa oleh Allah"

No comments:

Post a Comment